Musik merupakan bahasa universal yang bisa dimengerti oleh banyak orang. Musik juga menjadi salah satu daya tarik bagi seorang gamers ketika memainkan suatu game. Apa jadinya, apabila game yang memiliki jalan cerita dan gameplay bagus, namun musik yang ditampilkan tidak enak didengar atau tidak sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung? Mungkin, game tersebut tidak akan seru untuk dimainkan.
Inilah yang membuat saya menyukai game yang satu ini, Cytus namanya. Cytus, game ber-genre rhythm yang dikembangkan serta diterbitkan oleh Rayark Games untuk perangkat Android, iOS dan PlayStation Vita. Game ini berseting pada masa depan, dimana dunia sudah dikuasai oleh robot. Namun, keberadaan umat manusia masih tetap ada. Melalui musik, para robot itu bisa merasakan emosi dan mimpi yang dimiliki oleh manusia. Agar musik itu tidak menghilang, para robot menyimpannya di menis bernama Cytus.
Berawal dari keinginan saya untuk mencari permainan seperti Guitar Hero yang dulu saya biasa mainkan saat masih menggunakan hp Nokia, saya pun memutuskan untuk mencarinya di Play Store dengan menggunakan smartphone saya. Namun sayang, yang ada hanyalah game tiruan yang sama sekali berbeda dengan yang diharapkan. Hingga suatu hari saya melihat teman saya memainkan permainan ini dan saya pun tertarik untuk mencoba men-download-nya.
Game ini dapat dimainkan secara offline, dikarenakan permainan ini dirilis secara gratis, namun kamu perlu menunggu 30 detik untuk memainkan suatu lagu. Untuk terhitung dalam program Million Download Plan, minimal kamu harus membayar – tidak mahal, hanya dua belas ribu saja – untuk membuang waktu tunggu tersebut. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk mendownload dan memainkannya.
Tidak seperti game rhythm lain yang bisa dibilang tidak memiliki jalan cerita, Cytus memiliki plot khusus yang membuat para pemainnya membayang-bayangkan apa yang sedang terjadi di dalamnya. Rayark pandai dalam membuat plot yang tidak terlalu gamblang, sehingga memberi kesempatan pada para pemain Cytus, termasuk saya, untuk mengimajinasikan ending versi saya sendiri.
Kisahnya sendiri memuat masa depan cyberpunk di mana manusia telah musnah akibat virus mutan, digantikan oleh para robot yang diinjeksi ingatan manusia. Agar robot-robot dengan ingatan manusia – termasuk Vanessa, sang protagonis – tetap bisa mengenal kemanusiaan, emosi-emosi yang dirasakan manusia disimpan dalam bentuk musik, yakni Cytus itu sendiri. Memainkan Cytus berarti membangkitkan kembali apa yang pernah dirasakan manusia – dan benar pula, musik merupakan salah satu ekspresi kemanusiaan, bukan?
Gameplay Cytus sendiri dimuat dalam desain Active Line Scan, yakni seutas garis hitam yang akan bergerak naik dan turun di dalam layar. Saat ia melalui bulatan-bulatan not – yang seirama dengan musik yang dimainkan – kamu dapat memencet bulatan-bulatan tersebut dengan tempo yang tepat. Jika kamu menyentuh bulatan-bulatan tersebut dengan tepat, kamu akan mendapat Perfect, lalu Good, Bad, dan jika bulatan tersebut terlewati, kamu akan mendapat Miss. Skor minimal untuk menyelesaikan suatu lagu adalah 700.000 (peringkat C), dan skor maksimal yang dapat dicapai adalah 1.000.000 (peringkat Million Master).
Terdapat tiga tipe not dalam setiap lagu yang disediakan game rhythm ini:
- Basic Note, yang hanya memerlukan sekali sentuhan
- Drag Note, berupa bulatan-bulatan not yang berjejer dalam satu garis, yang dapat disentuh dengan tepat dengan cara drag atau menyeret; dan
- Hold Note, berupa bulatan not dengan pita panjang yang mengekor, yang disentuh dengan cara menahan not dengan durasi yang tepat pula.
Cytus terdiri dari lebih dari 100 lagu dari berbagai genre, mulai pop, trance, sampai drum and bass. Terdapat pula lagu alternatif yang tersembunyi, yang menariknya dapat kamu akses dengan berinteraksi dengan background suatu lagu sebelum dipilih untuk dimainkan. Petunjuknya dapat kamu lihat saat memilih chapter, karena di situ ditunjukkan ada berapa lagu yang dimuat dalam satu chapter. Terdapat pula lagu-lagu utama bertajuk “Alive” yang berisi plot utama kisah Vanessa. Kamu mungkin tidak menyadarinya, tetapi dengan memencet bulatan hijau atau merah saat memilih chapter, kamu dapat mengakses lagu-lagu utama tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar